|

Pengarang: Mohammad Lili Nur Aulia ( pengarang Indonesia)
Aulia, M. Lili Nur, Jakarta, Pustaka Da’watuna, 2007.
Bahasa Pengantar: Telah dialih bahasa kepada bahasa Melayu
Bilangan muka surat: 75 mukasurat
Harga Di Pasaran: RM13.00
|
|
Kenapa Serambi NISA' menyenaraikan buku ini di serambi kami:
Dimulai dengan kisah like father like son, sebuah kisah yang menggambarkan kesolehan putra seorang Kholifah Umar bin Abdul Aziz. Seterusnya dalam pemilihan pasangan hidup..
i. Juga menceritakan tentang cara didikan Hasan al Banna kepada anak-anaknya. Walaupun terlalu sibuk dengan kerja Islam (menggerakkan Ikhwanul Muslimin Mesir) dan beliau syahid pada umur
yg sgt muda (43 tahun), beliau masih sempat mendidik anak2 dengan cara terbaik. Boleh menjadi contoh kepada semua, muslimin, muslimat, suami, isteri dan juga bagi yang belum berumah tangga
(untuk semua).
ii. Juga ditekankan betapa pentingnya institusi keluarga dan adab-adab berkeluarga dalam Islam, i.e makan bersama keluarga, bawa bekal ke tempat kerja, tidak bersuara keras dalam
rumah,teman anak2 bermain. Benda2 yang kadangkala kita anggap remeh tapi besar impaknya dalam berkeluarga.
Semisal, makan pagi bersama tiap pagi, membaca Al-Qur’an bersama-sama setiap ba’da magrib, pergi ke toko buku tiap bulan untuk membeli buku-buku yang bermanfaat. Juga turut
mengetahui bahwa Hasan Al-Banna juga memberikan budget buku untuk anak anaknya tiap bulan (dari sumber yang rapat dengannya).
iii. Menjiwai peranan seorang ulama besar yang menjadi pengasas Ikhwanul Muslimin, sekaligus mengambil pengajaran dan jadikan role model utk kita terutama di zaman sekarang ni. Bagaimana
seorang muassis gerakan ikhwanul muslimin, dalam tingkat kesibukan yang amat sangat, tetap melaksanakan hak dan kewajiban keluarganya terhadap dirinya.
iv. Dikisahkan pula tentang seorang suami yang sangat menyayangi dan menghormati istrinya. Digambarkan bagaimana Hasan Al-banna dengan penuh kasih sayang mendidik anak-anaknya,
memberikan pemahaman tanpa kekerasan, membuat anak-anaknya cinta dengan al-qur’an dan ilmu pengetahuan. Dll
v. Yang paling terkesan dari buku ini adalah bagaimana Hasan Al-Banna, menanamkan nilai-nilai kesederhanaan, keikhlasan dan pengorbanan dalam keluarganya, sehingga istrinya dengan hati
yang senang dan rela menyumbangkan banyak perabotan rumahnya untuk markas da’wah ikhwanul muslimin, sehingga dengan ikhlas dan rela, anak-anaknya menjadi orang-orang yang paling
dahulu sadar dan memperjuangkan kondisi umat Islam di palestina dan di mesir, sehingga dengan lapang, sang istri menerima hujjah sang suami yang menjawab saat ia memintanya membeli sebuah
rumah kecil "Wahai Ummu Wafa, sesungguhnya istana kita sedang menunggu kita di surga-Nya….”Alangkah indahnya.. Sehingga dengan ikhlas dan ridha, keluarganya melepas kepergian
suami dan ayah mereka, dalam kesyahidan di jalan Allah…
vi. Persembahan buku yang sangat menyentuh hati & puas bila di baca!
|